Kisah inspiratif narapidana menjadi pengusaha kuliner sukses di Singapura

January 3, 2014 No Comments »
Kisah inspiratif narapidana menjadi pengusaha kuliner sukses di Singapura

Tidak ada yang bisa menebak secara pasti garis kehidupan seseorang, entah itu seorang baik, jahat, bijaksana, terpandang maupun mantan narapidana sekalipun. Semua memiliki garis hidup dan takdir tersendiri dan semuanya bisa meraih kesusksesan jika didukung dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi untuk maju. Salah satu contoh teladan datang dari Singapura, Balamurukan Kuppusamy, seorang yang selama ini dicap kriminal dan tidak berguna. Balamurukan bukanlah seorang dari kalangan yang terpandang bukan pula dari riwayat yang baik namun dirinya meruapakan seorang mantan narapidana yang telah tiga kali keluar masuk penjara dan di dekade waktu terakhirnya dirinya menghabiskan seluruh waktunya di jeruji besi.

Dengan semua reputasi yang buruk tersebut tentu orang menilai bahwa dirinya adalah orang yang tidak memiliki masa depan dan akan sulit untuk menggapai cita-citanya seperti yang diharapkan. Namun siapa sangka sekarang setelah lepas dari penjara Balamurukan Kuppusamy berhasil sukses lewat bisnis kulinernya, dan hebatnya dia mencapai kesuksesan tersebut hanya dalam waktu yang relatif singkat yakni setengah tahun. Tentu semua orang tidak bisa menyangka Balamurukan Kuppusamy bisa sukses dalam waktu secepat itu dengan status dirinya yang bahkan mungkin terpinggirkan di masyarakat, namun Balamurukan membuktikan dirinya bisa melakukannya.

Kilas balik kesuksesan Balamurukan sebagai seorang pengusaha kuliner yang sukses di mulai dari bulan Mei tahun lalu dimana saat itu dirinya keluar dari salah satu penjara di Singapura setelah melewati berbagai kasus kriminal yang menjeratnya. Balamurukan Kuppusamy yang berumur 41 tahun dan memiliki anak yang masih kecil (sekitar 8 tahun) dan baru keluar penjara kala itu merasa bingung karena dengan umurnya yang sudah tidak produktif lagi dan memiliki reputasi yang baru keluar dari tahanan tentu akan sulit mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan, di tengah kebingungannya datanglah lembaga Industrial and Services Cooperative Society atau bisa disebut dengan Iscos menawarkan bantuan dan memperkenalkan dirinya dengan Dr Leong Kaiwen.

Bantuan Iscos yang merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam bidang rehabilitasi mantan napi agar bisa kembali berintegrasi dengan masyarakat. Untuk itu dia memperkenalkan dirinya pada Dr Leong Kaiwen yang kelak mengubah garis hidup dan peruntungannya. Dr Leong Kaiwen yang merupakan Profesor Ekonomi di NTU yang juga merupakan pemimpin lembaga non-profit bernama Princenton Mind, kemudian memfasilitasi Balamurukan Kuppusamy yang berkeinginan untuk merintis usaha kuliner India sesuai dengan negara asal nenek moyangnya. Balamurukan kemudian mengikuti berbagai pelatihan yang bisa membantu dalam pembentukan usaha kulinernya memalui fasilitasi Dr Leong Kaiwen.

Setelah melalui berbagai pelatihan kemudian Balamurukan Kuppusamy membuka sebuah kedai makanan di wilayah Bukitu Batok. Modalnya merupakan pinjaman lunak dari perusahaan yang memfasilitasi usaha skala kecil dan menengah. Saat ini usaha Balamurukan Kuppusamy terus maju dan berencana untuk memperluas usahanya dengan membuka beberapa kedai lagi dalam beberapa waktu kedepan. Harus diakui selain kemauan dukungan pemerintah dan lembaga sosial disana memang juga cukup membantu kalangan kecil yang membutuhkan perbaikan ekonomi.

Sumber: Merdeka.com

Leave A Response

Rimons twitter widget by Rimon Habib