Saat Hobi Aduk Adonan Jadi Bisnis Toko Kue

October 19, 2013 No Comments »
Saat Hobi Aduk Adonan Jadi Bisnis Toko Kue

Susana Darmawan tidak pernah mengira kalau hobinya membuat kue sejak usia 7 tahun, pada akhirnya akan menjadikannya sebagai seorang pengusaha kue yang cukup berkelas, dan menyasar kalangan menengah-atas.

Ibu dua orang anak ini, baru saja meresmikan toko kue keempatnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Sebelumnya dia sudah memiliki empat Cake Shop Clairmont Patisserie di Jakarta.

“Saya memang suka mengaduk adonan dan membuat kue sejak kecil. Waktu itu belajar sama tante,” ungkap Susana usai peresmian toko kuenya di Jakarta, Jumat (28/6) lalu.

Kecintaan Susana terhadap kue ini ternyata tidak main-main. Lulus dari SLTA, dia malah memilih terbang ke Negeri Paman Sam untuk mengambil kursus di The Culinary Institute of America, New York, Amerika Serikat.

Perempuan kelahiran Jakarta, 27 April 1966 ini, juga menekuni kuliah bisnis perhotelan di sebuah kampus di Amerika. Setelah pulang ke Indonesia dan menikah, dia mulai membuat konsep untuk membuka sebuah cake shop yang berbeda dari biasanya.

Akhirnya pada 1997 anak dari pengusaha besar Darmawan ini, mendirikan PT Prima Hidup Lestari, bergerak di bidang restoran bakery & cake, dan meluncurkan label Clairmont Patisserie dari bahasa Prancis.

“Dalam bahasa Inggris Clairmont artinya  gunung yang tampak jelas ,” ujar adik dari Suzy Utomo Darmawan, CEO The Body Shop Indonesia.

Susana mengaku modal awalnya waktu itu cukup besar lebih dari Rp100 juta. Pegawainya sekitar 25 orang. Dia mulai dengan beberapa macam kue yang banyak disukai orang saat itu, seperti blackforest dan cheese cake dengan bahan baku yang berkualitas.

Perkembangan bisnis kue dan cookiesnya cukup pesat. Dari satu toko, kini sudah menjadi empat toko yang terletak di daerah strategis. Karyawannya pun membengkak menjadi 150 orang. Produksinya dalam sebulan mencapai 10.000 cake. Pada masa tertentu seperti Lebaran dan Natal bisa jadi dua kali lipat.

Untuk membuka satu toko, katanya, memerlukan investasi sampai Rp2 miliar. Selain di Gandaria, toko kuenya yang lain berada di Kelapa Gading, Margaguna, dan Bintaro Plaza. Konsep baru yang ditampilkannya pada Clairmont Patisserie adalah permainan warna ungu yang cerah, sebagai penyemangat bagi timnya.

Banyak Varian Kue

Ragam kue yang ditawarkannya juga banyak variannya sekitar 25 macam. Ada Rainbow Cake, Blue Velvet, Chocolate Butterscotch, Strawberry Cheese Cake, Tripel Chocolate, Zesty Lemon, dan lainnya. Sementara kue unggulannya adalah Tiramisu dan New York Cake.

“Tiramisu dibuat dengan bahan alami tanpa tanpa bahan kimia berbahaya seperti pengental ataupun pewarna. Tapi dari perpaduan spons dengan mascarpone cheese dan coffee syrup. Rasanya enak dan aman dikonsumsi,” ungkapnya.

Selain itu ada criollo au chocolate. “Ini adalah chocolate mousse cake yang dibuat dari premium cream cheese, yang berasal di New Zealand dengan susu pilihan,” lanjutnya.

Untuk jenis cookies ada sekitar 18 macam, seperti nastar, kastengels, chocolate chips, dan lainnya. Juga beragam parsel dan gift.

“Untuk memuaskan pelanggan, kami juga menawarkan pesan antar untuk wilayah DKI Jakarta. Melayani pesanan secara personal maupun corporate untuk mendesain kue, parsel, dan gift sesuai dengan brand dan kebutuhan acara atau event konsumen,” tuturnya.

Dia menjelaskan semua produknya selalu dijaga agar segar dan aman dikonsumsi, karena tidak menggunakan bahan pengawet.

“Kami tidak memakai obat-obatan yang bisa membuat kue bolu berkembang yang banyak digunakan orang. Cake yang kami buat lebih sehat dengan  rasa natural,” ungkapnya.

Selain itu kadar gulanya juga dijaga, begitu juga jenis telur dan susunya memakai yang terbaik.

“Untuk cokelat, kami menggunakan bubuk cokelat pilihan yang diimpor dari luar Eropa,” tambah Susana.

Sumber: kabar24.com

Leave A Response

Rimons twitter widget by Rimon Habib