Wanita Ini Jadi Pengusaha Keripik Bawang Gara-gara Ikuti Wejangan Orang Tua

January 21, 2013 No Comments »
Wanita Ini Jadi Pengusaha Keripik Bawang Gara-gara Ikuti Wejangan Orang Tua

Jakarta – Siapa yang menyangka, kalau bawang merah bisa jadi produk makanan keripik dan menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah. Adalah Sriwahyuni mampu membuktikannya, dengan bermodal kesungguhan dan keberanian, ia bisa menciptakan Bawang Berani Rumbia. Merek ini mewakili keripik bawang, bawang goreng dan bawang mentah.

“Ingat perkataan orang tua saya dulu, ketika kamu mau berhasil, dan tidak mau melakukan apapun, maka kamu akan gagal. Tapi ketika kamu mau berani, berusaha dan melewatinya maka berhasil bisa jadi kenyataan. Berani itu saya coba terus dan membuat saya percaya diri,” tuturnya kepada detikFinance akhir pekan lalu.

Ia bercerita, usahanya dimulai ketika masa kuliahnya akan berakhir di Universitas Negeri Makasar (UNM) akhir tahun 2011. Dengan modal Rp 6 juta, Sri kembali ke kampung halaman di Jenepontoh, Sulawesi Selatan untuk menggarap 1 hektar lahan yang dimiliki orang tuanya.

“Awalnya program wirausaha mahasiswa yang memerikan modal buat saya Rp 6 juta,” ucapnya.

Lulusan Ilmu Pendidikan PPKN tersebut memilih bawang merah untuk ditanam pada lahan tersebut. Alasannya, komoditas ini bisa lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lainnya yang cepat busuk.

“Jadi kalau bawang merah harganya turun, kan bisa disimpan dulu, beda sama cabe atau sayuran lainnya,” cetusnya.

Satu kali budidaya yang memakan waktu 3-4 bulan, Sri mengaku gagal. Ia bingung, bagaimana cara mengolah dan mendapatkan untung besar. Apalagi dengan peralatan yang sedikit.

“Saya lihat, di daerah sana makanan favoritnya adalah coto kuda. Jadi saya pikir untuk membuat bawang goreng beraneka rasa, dan ternyata banyak peminatnya,” ujar wanita berzodiak Taurus ini.

Selanjutnya Sri mulai menemukan titik terang, kegigihannya menghasilkan panen bawang merah mencapai 3.000 Kg. Alhasil, selain bawang mentah dan bawang goreng, ia juga mengolah keripik bawang dengan adonan berbeda dari biasanya dan dijual dengan harga Rp 15.000/bungkus.

“Keripik bawang rasanya beragam ada 7 rasa, ekstra campur, barbeque, keju, balado, jagung bakar,coklat, pizza,” terangnya.

Secara total, 4 kali budidaya Sri telah mengantongi omset yang tidak sedikit. Meski fluktuatif, namun mampu meraup untung Rp 16 juta sampai Rp 20 juta per 4 bulan.

Waninta berusia 21 tahun ini mengaku bahagia dengan hasil usaha tersebut. Ia merasa cocok dengan profesi sebagai pengusaha dibandingkan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun karyawan perusahaan.

“Saya senang ngajar anak-anak tapi nggak suka terikat. Saya lebih kreatif dengan kondisi pengusaha,” jawabnya.

Keripik bawang adalah produk yang akan menjadi andalan Sri. Ia menargetkan tahun ini akan memasuki pasar moderen untuk memperlebar kosumennya. Sementara untuk bawang mentah, ekspor keluar kota terus akan ia maksimalkan.

“Bawang merah mentah itu sudah ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan. Kalau Keripik bawang, masih baru tahap pemasaran,” ujarnya.

- Dikutip dari finance.detik.com

Leave A Response

Rimons twitter widget by Rimon Habib